Optimalisasi
Penguasaan Narrative dengan Pendekatan Berbasis Teks
Oleh
: Eneng Rohanah
Menulis adalah salah
satu keterampilan dalam Bahasa Inggris yang harus dikuasai oleh siswa tetapi
justru siswa seringkali mengalami kesulitan dalam menuangkan idenya ke dalam
sebuah tulisan. Ada beberapa hal yang menurut siswa bahwa menulis adalah
pekerjaan yang sulit diantaranya Mereka tidak tahu apa yang harus ditulis dan tidak
punya cukup kosakata untuk dijadikan bahan tulisan. Selain kendala yang
dirasakan siswa tersebut tidak kalah pentingnya adalah metode atau pendekatan
yang digunakan di kelas untuk membimbing siswa sehingga siswa tidak lagi merasa
kesulitan dalam menulis. Pendekatan Berbasis Teks hadir sebagai pendekatan yang
dapat memfasilitasi siswa dalam menulis. Pendekatan Berbasis Teks memiliki
empat tahapan, yakni : 1. Pengenalan konteks, 2. Pemodelan, 3. Kerja kelompok,
4. Kerja mandiri. Berikut ini akan dipaparkan empat tahapan tersebut.
1. Pengenalan konteks
Tahapan ini bertujuan
membangun pengetahuan awal siswa tentang teks narrative. Siswa diberikan
beberapa contoh narrative sehingga mereka mendapatkan gambaran tentang teks
narrative. Sebagai contoh guru menyiapkan lima contoh teks narrative yang harus
dibaca oleh siswa. Melaksanakan tahapan pengenalan konteks dapat dilakukan
dengan menerapkan teknik guiding question. Pada tahap awal guru menyediakan
lima teks narrative yang berbeda yang sudah dipotong perparagraf kemudian guru
menyebarnya di sekitar ruang kelas adapun judul dari setiap teks narrative tersebut
ditempel di papan tulis sementara itu
siswa sudah dibagi menjadi lima kelompok di man ketua dari masing-masing
kelompok tersebut berdiri di depan disamping judul dari teks narrative yang
didapatnya. Anggota dari masing-masing kelompok harus mencari potongan
paragraph yang sudah disebar oleh guru untuk melengkapi judul teks
narrativenya, anggota kelompok boleh bernegosiasi dengan anggota kelompok yang
lainnya untuk menukar paragraph. Apabila kelompok sudah dapat melengkpi teks
narrativenya, guru akan memeriksa apabila susunannya sudah batul ataupun belum.
Selajutnya masing-masing kelompok harus memahami isi dari cerita narrative
tersebut dengan cara menjawab beberapa pertanyaan yang telah disiapkan oleh
guru diantaranya : a. kapan dan di mana cerita tersebut terjadi, b. siapakah tokoh dari cerita tersebut, dan c. sebutkan beberapa permasalahan yang terjadi
dalam cerita tersebut.
2. Pemodelan
Pada tahapan ini siswa
dapat memahami teori menulis narrative karena pada tahap ini akan dijelaskan
struktur teks dan ciri kebahasaan yang digunakan dalam narrative. Tahapan ini
disebut pemodelan karena di sini guru akan menyediakan satu model teks
narrative yang akan dianalisa struktur dan ciri kebahasaannya. Guru dan siswa
masing-masing memegang satu teks dengan judul yang sama yang sudah dibagi
menjadi tiga kolom, kolom pertama untuk menganalisa struktur teks, kolom ke dua
untuk teks narrative dengan judul yang sudah ditentukan dan kolom ke tiga untuk
menganalisa ciri kebahasaan narrative.
3.
Kerja kelompok
Pada
tahap ini siswa akan mulai praktek menulis naratif yang dikerjakan secara
bersama-sama. Pada tahap ini guru akan berperan sebagai “ahli menulis”. Ide-ide
untuk menuangkan menjadi cerita berasal dari siswa adapun guru sebagai penengah dan yang akan meluruskan
apabila ada kalimat yang kurang tepat. Tidak disangka ternyata pada tahap ini
siswa sangat bersemangat supaya idenya dapat dituliskan di papan tulis seperti
sebagian siswa menginginkan ceritanya diawali dengan “once upon a time” tapi
sebagian lagi menginginkan ceritanya diawali dengan “long time ago”
4.
Kerja mandiri
Pada
tahap ini siswa akan menulis naratif secara mandiri setelah sebelumnya dibekali
dengan pengenalan konteks kemudian memahami naratif secara struktur dan ciri
kebahasaan dan praktek menulis secara bersama-sama, maka diharapkan siswa dapat
menuangkan idenya menjadi sebuah naratif yang baik dan benar. Tahapan ini pun
dikerjakan menjadi beberapa langkah. Pertama siswa akan diberi selembar kertas
dengan tulisan “draft” di sudut kanan sebelah atas. Pada langkah ini siswa
menuangkan idenya secara garis besar apabila sudah selesai kemudian dikumpulkan
dan diperiksa oleh guru. Langkah berikutnya adalah “edit” di mana pada langkah
ini siswa diberikan kertas dengan tulisan “edit” di sudut kanan sebelah atas.
Siswa harus mengembangkan draft menjadi beberapa paragraph naratif kemudian
dikumpulkan dan akan disunting oleh guru. Langkah terakhir adalah “prove read”,
siswa akan diberikan kertas terakhir dengan tulisan “prove read” di sudut kanan
sebelah atas, disini siswa akan menulis rapi naratif yang telah disunting
sebelumnya oleh guru, supaya lebih menarik siswa boleh menyertakan gambar
sebagai ilustrasi dari cerita naratifnya.
Comments
Post a Comment