Skip to main content

Task Analisys (Analisis Tugas) untuk Membangun Kemandirian Siswa Tunagrahita


Task Analisys (Analisis Tugas) untuk Membangun
Kemandirian Siswa  Tunagrahita
(Oleh: Ida Hamidah - Guru di SLB C Bina Asih Cianjur)

Program Pengembangan Diri adalah “ruh” dari seluruh materi pembelajaran yang diberikan pada siswa tunagrahita. Salah satunya membelajarkan siswa pada kemandirian mengenakan pakaian. Mengingat siswa tunagrahita mengalami hambatan intelegensi dalam mengenakan pakaian sangat membutuhkan rincian-rincian tugas yang jelas (analisis tugas), dengan tujuan diharapkan siswa tunagrahita mampu memakai pakaian dengan baik dan benar.
Analisis tugas (Task Analisys)  dirancang guru berdasarkan hasil asesmen.  Berikut ini analisis tugas dalam mengenakan pakaian (Kemeja berkancing).

No
Aspek yang Dinilai
Skor Maksimal
Kemampuan
1
2
3
1
Mampu mengambil kemeja berkancing
3



2
Mampu melakukan orientasi bagian depan kemaja berkancing
3



3
Mampu melakukan orientasi bagian belakang kemeja berkancing
3



4
Mampu menggantungkan kemeja di pundak
3



5
Mampu memasukan tangan kanan pada lubang tangan kanan
3



6
Mampu memasukan tangan kiri pada lubang tangan kiri
3



7
Mampu merapihkan atau menarik kemeja ke depan
3



8
Mampu menyamakan ujung bawah dan mengancingkan bagian bawah
3



9
Mampu mengancingkan baju satu persatu
3



10
Mampu melihat atau mengecek kerapihan di cermin
3




Kriteria Penilaian :
3           =            Siswa mampu mengenakan pakaian (kemeja berkancing) dengan mandiri / tanpa bantuan
2           =            Siswa mampu mengenakan pakaian (kemeja berkancing) dengan bantuan verbal/non verbal                    
1           =            Siswa tidak mampu sama sama sekali mengenakan pakaian (kemeja berkancing)
                                                                        
Pada kelas awal  tahapan mengenakan kemeja diperlukan pula  membelajarkan siswa untuk mengetahui atau mengenal  tangan kanan dan tangan kiri. Siswa mengalami kesulitan dalam membedakan mana bagian depan dan belakang kemeja diberikan penjelasan dan petunjuk  terus-menerus dan sesering mungkin, sehingga siswa benar-benar paham.Atau bahkan modifikasi media dengan trik-trik tersendiri dan bahkan unik.

Mendidik siswa tunagrahita semuanya menarik, memiliki tantangan tersendiri, dituntut kreativitas lebih,  yang paling penting sabar dan ikhlas dari hati (empati). Masya Alloh dari sabar dan ikhlas inilah mata batin siswa merasakan mana gurunya yang benar-benar sayang dan tulus padanya.

Comments

Popular posts from this blog