Skip to main content

Keberhasilan  MMR  dalam Pengajaran Bahasa Bagi Anak Tunarungu  Di  SLB
                Metode  Maternal Reflektif  merupakan  metode  berbahasa  lisan  yang  terinspirasi dari bahasa yang disampaikan oleh seorang ibu melalui percakapan sehari-hari untuk melatih anak-anaknya agar bisa mengerti bahasa.  Dr A. Van Uden mengembangkan dan memperkenalkan MMR dengan tujuan  bahwa anak tunarungu  dapat berbahasa lisan seperti anak normal pada umumnya. Atas dasar hal tersebut maka dibuatkan ruang lingkup percakapan yang mendukung terwujudnya metode Maternal Reflektif bagi anak tunarungu yang meliputi perdati (percakapan dari hati ke hati) percakapan membaca ideovisual, membaca reseptif dan  refleksi, dan percakapan linguistik
                Percakapan dari hati kehati dapat diartikan sebagai  percakapan antara dua orang atau  lebih yaitu antar guru dengan siswa dan teman sekelas yang saling bertukar ide, pikiran, atau gagasan. Percakapan ini merupakan  bagian dari percakapan siswa  tentang kesehariannya  baik di rumah atau sekolah secara spontanitas, guru bertanya siswa menjawab, guru mengulang jawaban siswa dengan bahasa oral siswa menirukannya. Dengan spontan dan fleksible secara rutinitas  hingga empati anak berkembang  dan terbangun dengan baik dalam pemerolehan bahasa.  Dirangsang  dengan dimunculkan gambar-gambar yang lebih jelas dan rinci sebagai wujud ideovisual untuk menambah kejelasan siswa terhadap percakapan serta obrolan akan cerita-cerita yang unik dan menarik dari pengalamannya.  
Percakapan  Ideovisual  dapat diartikan sebagai membaca gagasan sendiri yang dituangkan dalam bentuk visual, berupa  gambar, garis, tulisan dan angka. Membaca ideovisual  merupakan bacaan yang disusun berdasarkan hasil perdati, dengan seringnya melakukan perdati akan menjadi deposit bagi anak dan guru akan menyusunnya dan digunakan untuk melatih anak dalam membaca dan pemerolehan kosa kata selanjutnya
Membaca  reseptif  merupakan  tahapan  membaca lanjutan  dari membaca  permulaan, pada MMR ini membaca permulaannya yaitu dengan membaca ideovisual yang kegiatannya membaca hasil perdati yang telah dituangkan  dalam bentuk lisan  maupun gambar. Bacaan yang digunakan dalam membaca  reseptif pada umumnya  adalah pengalaman  teman-teman sekelasnya yang belum di alami oleh anak. Pada tahap ini anak dibimbing  untuk dapat menemukan  dan memahami isi bacaan secara mandiri. Maka anak perlu memiliki kemampuan untuk mengikuti tahapan ini.
Refleksi merupakan  latihan yang direncanakan oleh guru setelah kegiatan perdati


Comments

Popular posts from this blog

Task Analisys (Analisis Tugas) untuk Membangun Kemandirian Siswa Tunagrahita

Task Analisys (Analisis Tugas) untuk Membangun Kemandirian Siswa   Tunagrahita (Oleh: Ida Hamidah - Guru di SLB C Bina Asih Cianjur) Program Pengembangan Diri adalah “ruh” dari seluruh materi pembelajaran yang diberikan pada siswa tunagrahita. Salah satunya membelajarkan siswa pada kemandirian mengenakan pakaian. Mengingat siswa tunagrahita mengalami hambatan intelegensi dalam mengenakan pakaian sangat membutuhkan rincian-rincian tugas yang jelas (analisis tugas), dengan tujuan diharapkan siswa tunagrahita mampu memakai pakaian dengan baik dan benar. Analisis tugas (Task Analisys)   dirancang guru berdasarkan hasil asesmen.   Berikut ini analisis tugas dalam mengenakan pakaian (Kemeja berkancing). No Aspek yang Dinilai Skor Maksimal Kemampuan 1 2 3 1 Mampu mengambil kemeja berkancing 3 2 Mampu melakukan orientasi bagian ...

Media Karya Guru KCD Wilayah VI

Media Karya Guru KCD Wilayah VI merupakan wahana untuk menyimpan karya tulis yang dibuat oleh tenaga pendidik di KCD Wilayah VI. Karya tulis yang dapat diunggah dalam bentuk: opini terkait pendidikan, ulasan tentang kebijakan pendidikan, kajian tentang kurikulum, jurnal, tulisan ilmiah populer, profil (guru, siswa, Kepala Sekolah, warga sekolah, komite sekolah),  cerita pendek, puisi dan tulisan lainnya yang terkait dengan pendidikan. Penulis yang dapat menulis pada blog ini adalah para tenaga pendidik yang diundang menjadi author untuk blog.  Dengan cara ini, maka author yang diundang dapat mengunggah tulisan. Selamat menulis. Admin

Respon ...Kanal Alternatif Penyaluran Beras oleh Ratnawati

Menurut saya Inprea No 5 tahun 2015 tentang kebijakan pengadaan gabah/beras dan penyaluran beras oleh pemerintah kepada Bulog sudah tepat, karena : 1. Menjaga kondisi cadangan beras, supaya tidak menumpuk 2. Dengan disalurkannya bantuan berupa beras kepada masyarakat maka otomatis pemerintah menjadi butuh stok beras yg banyak, hal ini menguntungkan petani  Petani akan dengan mudah menjual hasil panennya kepada pemerintah dengan jaminan harga yang tidak akan merugikan petani. 3. Bagi masyarakat miskin tentu saja akan jangan membantu dapat memenuhi kenutuhan pokonya dengan harga yang terjangkau.