Skip to main content

Karakter Siswa Dalam Penilaian Akhir Tahun Berbasis Android Oleh : Elie Suryaati SMAN 1 Ngamprah




Setiap akhir semester atau tahunan kita melaksanakan evaluasi, ada yg menarik di tahun ini yaitu menggunakan Android, sebagai guru merasa  senang dan bahagia karena tinggal membuat soal dan jawaban, tidak perlu memeriksa langsung hasil nilai ada di layar berapa pun nilai anak tersebut. Anak ada yang bahagia jika nilai nya diatas KKM, tidak sedikit juga anak yang mendapatkan nilai dibawah KKM.
Dilemanya ketika setiap murid diwajibkan membawa HP android, tidak sedikit pula ada yang secara ekonomi tidak mampu untuk membelinya, Alhamdulillah sekolah bisa memfasilitasi dengan adanya pinjaman Tablet.  Ada hal yang menarik ketika ujian berlangsung, ada anak yg ketahuan mempunyai HP dua, otomatis hal tersebut tidak diperbolehkan.
Dari pihak sekolah, teknisi dan proktor berlomba-lomba untuk bisa menyukseskan penilaian akhir semeter ini, jangan sampai jarigan dan koneksi internet terputus di tengah jalan, suka duka menjadi proktor yang harus bolak-balik mengurus anak-anak yang belum login karena lupa password atau kartu nya ketinggalan dan hilang begitu saja.  Apalagi ketika terjadi pemadaman lampu, proktor dan teknisi siap-siap untuk menyalakan genset.
Sikap dan perilaku murid yang mengikuti ujian berbasis android itu beragam, ada yang menanggapi nya dengan santai, tanpa harus menghapal karena tinggal mengklik option A,B,C,D atau E, ada juga yang serius karena tak ingin nilainya dibawah KKM, mengerjakan soal sampai waktu beres. Sebenarnya penilaian akhir semester itu bukan segalanya, karena sehari-hari pun kita sudah melaksanakan penilaiain, karakter yang ingin kita lihat seperti religius, displin, tepat waktu, tanggungjawab.






Comments

Popular posts from this blog

Task Analisys (Analisis Tugas) untuk Membangun Kemandirian Siswa Tunagrahita

Task Analisys (Analisis Tugas) untuk Membangun Kemandirian Siswa   Tunagrahita (Oleh: Ida Hamidah - Guru di SLB C Bina Asih Cianjur) Program Pengembangan Diri adalah “ruh” dari seluruh materi pembelajaran yang diberikan pada siswa tunagrahita. Salah satunya membelajarkan siswa pada kemandirian mengenakan pakaian. Mengingat siswa tunagrahita mengalami hambatan intelegensi dalam mengenakan pakaian sangat membutuhkan rincian-rincian tugas yang jelas (analisis tugas), dengan tujuan diharapkan siswa tunagrahita mampu memakai pakaian dengan baik dan benar. Analisis tugas (Task Analisys)   dirancang guru berdasarkan hasil asesmen.   Berikut ini analisis tugas dalam mengenakan pakaian (Kemeja berkancing). No Aspek yang Dinilai Skor Maksimal Kemampuan 1 2 3 1 Mampu mengambil kemeja berkancing 3 2 Mampu melakukan orientasi bagian ...

Media Karya Guru KCD Wilayah VI

Media Karya Guru KCD Wilayah VI merupakan wahana untuk menyimpan karya tulis yang dibuat oleh tenaga pendidik di KCD Wilayah VI. Karya tulis yang dapat diunggah dalam bentuk: opini terkait pendidikan, ulasan tentang kebijakan pendidikan, kajian tentang kurikulum, jurnal, tulisan ilmiah populer, profil (guru, siswa, Kepala Sekolah, warga sekolah, komite sekolah),  cerita pendek, puisi dan tulisan lainnya yang terkait dengan pendidikan. Penulis yang dapat menulis pada blog ini adalah para tenaga pendidik yang diundang menjadi author untuk blog.  Dengan cara ini, maka author yang diundang dapat mengunggah tulisan. Selamat menulis. Admin

Respon ...Kanal Alternatif Penyaluran Beras oleh Ratnawati

Menurut saya Inprea No 5 tahun 2015 tentang kebijakan pengadaan gabah/beras dan penyaluran beras oleh pemerintah kepada Bulog sudah tepat, karena : 1. Menjaga kondisi cadangan beras, supaya tidak menumpuk 2. Dengan disalurkannya bantuan berupa beras kepada masyarakat maka otomatis pemerintah menjadi butuh stok beras yg banyak, hal ini menguntungkan petani  Petani akan dengan mudah menjual hasil panennya kepada pemerintah dengan jaminan harga yang tidak akan merugikan petani. 3. Bagi masyarakat miskin tentu saja akan jangan membantu dapat memenuhi kenutuhan pokonya dengan harga yang terjangkau.