Skip to main content
Entri : 1
Artikel tentang pengalaman mengajar yang paling mengesankan

Jenis : opini

Judul : Ekspektasi VS Realiti Guru
Oleh Elis Tika Warlia, M. Pd

      Menjadi seorang guru terkadang dianggap sebagian orang merupakan tugas yang ringan, enak, mudah dan menyenangkan. Berangkat pagi berdiri di kelas di depan anak-anak, memberi tugas,menilai dan selesai. Sesungguhnya bila disadari banyak hal yang harus dikerjakan yang tidak mudah diungkapkan dengan kata-kata. Menjadi guru bagi siswa kita di sekolah harus mampu terlihat sempurna, bukan hanya untuk mata pelajaran tapi juga untuk masalah-masalah siswa di luar mata pelajaran kita. Mereka menganggap kita sebagai orang yang serba bisa yang mampu menyelesaikan berbagai masalahnya, mereka lupa jika kita ini hanya manusia biasa yang terbatas kemampuannya.
      Permasalahan yang muncul di dalam kelas terkadang merupakan masalah bawaan mereka dari lingkungan keluarga yang berdampak pada proses dan hasil belajarnya.Beberapa kasus siswa yang muncul mendorong kita untuk turun tangan menyelesaikan dengan berbagai cara,mulai dari mengajak ngobrol secara pribadi  sampai mendengarkan curhatannya yang lebih jauh. Memang betul mereka sudah membawa permasalahan dari rumahnya sehingga mereka sulit untuk fokus dalam belajar di kelasnya.
      Sebagian orangtua menganggap dengan sudah menyekolahkan anaknya, memberi biaya yang cukup sudah menyelesaikan tugasnya sebagai orangtua. Akan tetapi tidak demikian dengan anak, mereka punya kebutuhan yang jauh lebih penting yang terlupakan oleh orangtuanya yakni kebutuhan kasihsayang, perhatian, teman berbagi cerita,hiburan bersama dan yang lainnya yang mereka anggap sepele tapi sering terabaikan padahal itu yang sangat berarti buat mereka.
      Beberapa masalah keluarga yang dikeluhkan siswa tentang keluarganya antara lain kasus perceraian, perpisahan, percekcokkan yang dialami orangtuanya membuat mereka tidak nyaman di rumah dan mencari pelarian di tempat lain. Dari kasus-kasus tersebut banyak berdampak pada hasil belajarnya dan yang paling memprihatinkan mereka melakukan penyimpangan perilaku yang sangat merugikan, seperti pelarian pada obat-obatan, minuman keras, pergaulan bebas, pembulian, perkelahian bahkan sampai pergaulan sesama jenis.
      Sebagai guru yang terus melihat perkembangan anak di sekolah merasa prihatin dengan kondisi yang dialami oleh anak dan tergerak hati utk berusaha mencari solusi baginya,karena bagaimana mungkin mereka bisa belajar dengan tenang jika dalam kepala mereka berisi kebingungan dan kemarahan terhadap kondisi yang dialaminya.
      Disinilah peran guru dituntut untuk mampu memberi rasa aman dan nyaman bagi siswa yang mengalami masalah.Tugas guru dalam sisi lain yang sekaligus sebagai pengganti orangtua, sebagai teman atau sebagai apapun yang dapat membuat rasa nyaman itulah yang   akan mampu mendukung

Comments

Popular posts from this blog

Task Analisys (Analisis Tugas) untuk Membangun Kemandirian Siswa Tunagrahita

Task Analisys (Analisis Tugas) untuk Membangun Kemandirian Siswa   Tunagrahita (Oleh: Ida Hamidah - Guru di SLB C Bina Asih Cianjur) Program Pengembangan Diri adalah “ruh” dari seluruh materi pembelajaran yang diberikan pada siswa tunagrahita. Salah satunya membelajarkan siswa pada kemandirian mengenakan pakaian. Mengingat siswa tunagrahita mengalami hambatan intelegensi dalam mengenakan pakaian sangat membutuhkan rincian-rincian tugas yang jelas (analisis tugas), dengan tujuan diharapkan siswa tunagrahita mampu memakai pakaian dengan baik dan benar. Analisis tugas (Task Analisys)   dirancang guru berdasarkan hasil asesmen.   Berikut ini analisis tugas dalam mengenakan pakaian (Kemeja berkancing). No Aspek yang Dinilai Skor Maksimal Kemampuan 1 2 3 1 Mampu mengambil kemeja berkancing 3 2 Mampu melakukan orientasi bagian ...

Media Karya Guru KCD Wilayah VI

Media Karya Guru KCD Wilayah VI merupakan wahana untuk menyimpan karya tulis yang dibuat oleh tenaga pendidik di KCD Wilayah VI. Karya tulis yang dapat diunggah dalam bentuk: opini terkait pendidikan, ulasan tentang kebijakan pendidikan, kajian tentang kurikulum, jurnal, tulisan ilmiah populer, profil (guru, siswa, Kepala Sekolah, warga sekolah, komite sekolah),  cerita pendek, puisi dan tulisan lainnya yang terkait dengan pendidikan. Penulis yang dapat menulis pada blog ini adalah para tenaga pendidik yang diundang menjadi author untuk blog.  Dengan cara ini, maka author yang diundang dapat mengunggah tulisan. Selamat menulis. Admin

Respon ...Kanal Alternatif Penyaluran Beras oleh Ratnawati

Menurut saya Inprea No 5 tahun 2015 tentang kebijakan pengadaan gabah/beras dan penyaluran beras oleh pemerintah kepada Bulog sudah tepat, karena : 1. Menjaga kondisi cadangan beras, supaya tidak menumpuk 2. Dengan disalurkannya bantuan berupa beras kepada masyarakat maka otomatis pemerintah menjadi butuh stok beras yg banyak, hal ini menguntungkan petani  Petani akan dengan mudah menjual hasil panennya kepada pemerintah dengan jaminan harga yang tidak akan merugikan petani. 3. Bagi masyarakat miskin tentu saja akan jangan membantu dapat memenuhi kenutuhan pokonya dengan harga yang terjangkau.